You Will Never Walk Alone...(",)

SELAGI ALLAH DI HATIMU, SETIAP MASALAH ITU BUKANLAH BEBANAN TETAPI MERUPAKAN UJIAN DAN TARBIYAH DARINYA..... REMEMBER ALLAH S.W.T ALWAYS, AND YOU WILL NEVER WALK ALONE...


Hafiz & 'Asyikin...=)

Daisypath Anniversary tickers

assalamualaikum....
Do we know where we are heading to in Life?

A boat docked in a tiny Mexican village. An American tourist complimented the
Mexican fisherman on the quality of his fish and asked "How long it took him to catch them?"
"Not very long," answered the Mexican. "But then, why didn't you stay out longer and catch more?" asked the American.
The Mexican explained that his small catch was sufficient to meet his needs and those of his family.

The American asked, "But what do you do with the rest of your time?"
"I sleep late, fish a little, play with my children, and take a siesta with my wife. In the evenings, I go into the village to see my friends, play the guitar, and sing a few songs... I have a full life."

The American interrupted, "I have an MBA from Harvard, and I can help you! You should start by fishing longer every day. You can then sell the extra fish you catch. With the extra revenue, you can buy a bigger boat."
"And after that?" asked the Mexican.

"With the extra money the larger boat will bring, you can buy a second one and a third one and so on until you have an entire fleet of trawlers. Instead of selling your fish to a middle man, you can then negotiate directly with the processing plants and
Maybe even open your own plant. You can then leave this little village and move to Mexico City , Los Angeles , or even New York City ! From there you can direct your huge new enterprise."

"How long would that take?" asked the Mexican?
"Twenty, perhaps twenty-five years," replied the American. "And after that?"
Well, my friend, that's when it gets really interesting, " answered the American, laughing. "When your business gets really big, you can cart Selling stocks and make millions!"
"Millions? Really? And after that?" said the Mexican.

"After that you'll be able to retire, live in a tiny village near the coast, sleep late, play with your children, catch a few fish, take a siesta with your wife and spend your evenings doing what you like and enjoying your friends."

"With all due respect sir, but that's exactly what I am doing now. So what's the point wasting twenty-five years?" asked the Mexican.

And the moral is: Know where you're going in life...you may already be there....
and as a Muslim, Allah is our goal......
searching for Mardhatillah(keredhaan Allah s.w.t)...=)

assalamualaikum...

really nice story bagi aku....dan sudah semestinya memang bukan aku yang tulis dan aku amik darik http://www.iluvislam.com/ moga kita hayati bersama....=)



Kerana Dia Manusia Biasa
www.iluvislam.com
diedit oleh : everjihad



Email ini dipetik daripada seorang sahabat, dan saya forwardkan untuk manfaat kepada diri saya dan semua.


Semoga bermanfaat baik untuk yang melamar ataupun yang dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga. Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga. Mengapa? Kerana Dia Manusia Biasa.


Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawappannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawapan kerana Allah hinggalah jawapan duniawi. Tapi ada satu jawapan yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap butir percakapannya. Jawapan dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya.
Satu hal yang pasti,dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi. Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.


Saya ingin tahu! Mengapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu(benar-benar sibuk). Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Saya mengambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap di rumahnya. Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual -hanya-berdua. Hiruk-pikuk persiapan akad nikah esok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal. Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetuk pintu, meminta kami tidur.



"Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja.
Saya faham keadaanya ketika ini.
"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."
"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar.
Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan. "Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih telefon bimbitnya dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD handphone dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping sampul kepada saya. Saya menerima handphone dari tangannya. Sampul putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ini?. Saya melihatnya tanpa mengerti.
Eeh..., dia malah ketawa geli hati.
"Buka aja."
Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. "Teruknya dia ni."
Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum.
Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya. Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu........


************ ********* *******


Kepada ...... Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya Assalamu'alaikum Wr Wb. Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. Saya, yang bernama_____menginginkan anda______ untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan. Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh kerana itu Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istikharah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini. Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawapan pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah redha dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin Wassalamu'alaikum Wr Wb


************ ********* *********


Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
"Kenapa kamu memilih dia.....?"
"Kerana dia manusia biasa......." Dia menjawab mantap.
"Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justeru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.."
"Maksudnya?"
"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu esok masih ada dan menjadi milik kita. Betul tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin. "
Ssttt....."Saya menutup mulutnya.
Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.
"Udah tidur. Esok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama."
Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.
"Gik.....?" "Tidur.....Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya.
Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik jelita esok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini. Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiaannya.
Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak roh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, takhta dan 'nama'. Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya. Maka semua menjadi indah.
Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap hamba-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya boleh memohon keredhaan Allah. MemintaNYA mengurniakan barakah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.
Jadi, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir,lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Wallahu 'alam.


Petikan dari Edensor:

"Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan bererti menerima kenyataan bahawa tak ada sekecil apa pun yang terjadi kerana kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan."
assalamualaikum...
sekadar petikan daripada buku andrea hirata yang aku amik darik blog http://didikcinta.blogspot.com dalam bahasa indonesia tapi aku rasa bleh kot nak buat2 paham...hehe..yang pasti setiap kejadian yang berlaku dalam hidup dah dirancang oleh DIA dengan sebaik2nya....musibah, kegumbiraan, kesusahan, kesakitan dan segala benda yang lain dan diatur oleh DIA....terimalah semuanya dengan penuh kesyukuran...insyaAllah....

Kerana Cinta
Album : Kerana Cinta

In-Team, Mestica


Cinta itu cahaya sanubari
kurniaan Tuhan fitrah insani
dan di mana terciptanya cinta
di situ rindu bermula


cinta itu tak pernah meminta
tetapi memberi sepenuh rela

rasa bahagia biarpun sengsara
berkorban segala-gala
semua kerana cinta
yang pahit manis di rasa
menghibur nestapa
merawat duka
damai di jiwa

terpadam api benci permusuhan
terjalinlah kasih sayang
begitulah cinta yang diidamkan
tanpa nafsu yang mencemarkan

dan jangan pula kerana bercinta
kita pun leka entah kemana
dan jangan pula kerana bercinta
tergadai semua maruah agama

cinta yang sejati
hanya cintakan Illahi
cinta ayah bonda
tulus suci selamanya
cintakan saudara
hanya sementara
cinta sesama insan
suburkan dengan ketakwaan..


ni lagu yang selalu aku dok layan klu nek keta aimi...walaupun sora tak sedap tapi aku ngan aimi akan tetap dengan bangganya menyanyi bersama2(sorilah gee klu hang terpaksa dengaq gak sora tak best kami tu. tapi tak penah lagik hujan turun mencurah nak dengaq kan..hehehe....)...dan aku rasa sedap gak kan sora kita kan aimi....hahaha....memuji diri sendiri (sebab tak dak orang nak puji)..aku akan slalu windu hang nanti.....huhuu


sebenaqnya bukan lah pasai aku dan aimi suka nyanyi yang aku nak ceghita....tapi di sebalik lirik tu yang aku rasa sangat baguih tuk di ambil diiktibar....dan aku memetik kata2 ni dan aku tak pasti ni adalah hadith atau sekadar kata2 hikmah(correct me if i'm wrong)


"cintailah insan kau sayangi dengan sekadarnya, kerana kelak pada suatu hari mungkin kau akan membecinya....

dan jika kau membenci insan juga bencilah dengan sekadarnya kerana kelak mungkin pada suatu hari nanti kau akan menyanyinya..."


apa2pun dalam hidup.....benci dan sayang orang biaqlah seadanya....tapi kalau cinta pada Allah biaqlah berlebihan dan tu sememangnya sangat bagus......


"Manusia meniti diatas cinta ILAHI untuk mencari cinta manusia dan menerima cinta manusia untuk menambahkan cinta kepada ILAHI.. OLeh itu, carilah cinta insan yang membawa kita kepada cinta ALLAH Yang Satu.."

=)=)=)=)




p/s:sapa nak dengaq lagu kerana cinta ni tinggai ja email kat comment nanti aku bagi..=) btw, ada ka org baca blog merepek ni..hehehe

assalamualaikum......

salam ma'al Hijrah 1430...



selamat memulakan alam2 persekolahan buat semua adik2 dan anak2( bleh ka anak...hahaha) yang masuk darjah satu...mesti excited kan hari first pi sekolah...tahun ni 3 orang anak sedara aku masuk darjah satu...2 orang si kembaq dan sorang si 'garang' hehe.....yang kembaq dua orang tu aku sempatlah tgk first day depa pakai baju sekolah sebab aku kat umah kak aku kat sini tapi yang sowang lagik tu kat kedah..yang pasti dua orang pi sekolah tanpa gigi kat depan...hehehe...
..insyaAllah moga jadi anak yang soleh dan solehah serta pelajar yang berjaya hidup dunia dan akhirat....


teringat plak dulu first day aku pi sekolah...dulu time aku first day pi sendiri ja ngan pakcik yang aku tumpang dia tiap2 haqi...haqi tu ayah aku kat sekolah dia lagik dan mak aku plak kat umah sebab adik aku kecik lagik...lagipun aku sekolah sesi petang....tapi tulah mengajar aku erti berdikari....lalu dengan yakinnya aku masuk kelas pun ikut name tag aku ja....waktu tu kelas 1 biru...tag nama aku biru so, aku masuklah kelas yang ada sign warna biru....pasrah ja lah kalau salah kelas pun...
bila dah dalam kelas yang paling tak leh lupa sebab macam nama sendiri pun tak bapa nak tau...ada 3 orang nama ada sebutan syikin...tiga kali aku angkat tangan tapi yang lawaknya 2 yang awai tu memang bukan nama aku...nama aku yang last skali...hahaha..yang first nama disebut norasyikin...aku angkat ja...yang second nama nur ashikin pun aku angkat jugak..padahal nama aku Nurul 'Asyikin...dan aku rasa cikgu tu tak sebut binti skali kot tu pasai confuse....(hahaha..padahal memang aku yang mengelamun sebab nama2 tu tak daklah semua nurul pun.....)
pastu kenai2 kawan baru...jalan2 melawat sekolah...lagipun sekolah aku kecik ja dulu.....tak penat pun nak jalan..hehe....dan aku nampak arwah ayah aku ada mai tengok dari luaq, tapi dia tak daklah masuk jumpa aku..cuma dia tengok anak dia ni selamat sampai sekolah dan masuk kelas ka dak..=)

Keluarga Bahagia 2
Saujana

Senyuman ibunda gelak tawa ayahnda
Senda gurau pengubat duka
Kasih yang di curah ikatan terbina
Wujudlah keluarga bahagia
Luasnya kasihmu kepada diriku
Umpama lautan membiru
Kupohon padamu
Wahai Tuhan yang satu
Balas segala bakti mereka
Ayah bundaku
Oh jasamu (ibuku)
Baktimu (ayahku)
Berkorban menjalin kejayaan
Berjanji (padamu)
Oh ayah (dan ibu)
kotakan segala hasratmu
marilah semua
mengingati jasanya
mendidik dan mengasuh kita
silapnya dilupakan
doakan sejahtera
biar hidup aman dan bahagia
sejernih embun pagi setulus kasih murni
tiada balasan yang di pinta
keredhaan Alloh keredhaan mereka
Kasih mereka bawa ke syurga
Redha Allah adalah Redha Emak dan Ayah......=)

lots of things are really good to learn through pains =)


I asked for STRENGTH and ALLAH S.W.T gave me DIFFICULTIES to make me strong..

I asked for WISDOM and ALLAH S.W.T gave me PROBLEMS to solve..

I asked for PROSPERITY and ALLAH S.W.T gave me BRAIN N BRAWN to work..

I asked for COURAGE and ALLAH S.W.T gave me DANGER to overcome..

I asked for LOVE and ALLAH S.W.T gave me TROUBLED PEOPLE to help..

I asked for FAVOURS and ALLAH S.W.T gave me OPPORTUNITIES..

I RECEIVED NOTHING I WANTED BUT I RECEIVED EVERYTHING I NEEDED….

Alhamdulillah.....


salam...

novel terbaru dan terakhir darik tetralogi laskar pelangi..pengarangnya wajiblah andrea hirata..aku menanti dengan penuh sabaq (ya ka aku ni penyabaq) sebelum buku ni sampai Malaysia....nak komen banyak memang takleh sebab aku tak baca lagik tapi aku dapat merasakan ianya sangat menarik (cewah, cam kuat sangat ja instinct aku...skali tak best terpaksa gigit biskut gaklah...=P)....tapi aku letak jalah sinopsis..bahasa indonesialah plak...dan bila dah kuaq novel ni cukup lengkapkan koleksi tetralogi laskar pelangi aku....hehe...


MARYAMAH KARPOV

Penulis: Andrea Hirata
Penyunting: Imam Risdiyanto

Nukilan (cuplikan)
"Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi tingginnya demi martabat ayahku,aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop dengan gunungan timah, mengumpulkan nafas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai maghrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan nasib pada ayahku dan kepada kaumku. Tuhan telah memeluk mimpiku, atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku, saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani"

Sinopsis
Keberanian dan keteguhan hati telah membawa ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi A Ling. Apa pun ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keberadaan A Ling tampak. Dia tetap mencari, meski tanda-tanda itu masih samar. Dapatkah keduanya bertemu kembali? Novel ini menceritakan semua hal tentang Laskar Pelangi, A Ling, Arai, Lintang, dan beberapa tokoh dalam cerita sebelumnya. Tetap dengan sihir kata-katanya, Anda akan dibawa Andrea pada kisah yang menakjubkan sekaligus mengharukan
buku-buku asli karya Andrea Hirata
Hidup adalah mozek-mozek yang dicantumkan.....=)